Kalbar Komitmen Atasi Permasalahan Lahan Gambut
Pontianak- Wakil Gubernur Kalbar Drs Christiandy Sanjaya, SE, MM mengatakan Provinsi Kalbar berkomitmen dalam mendukung setiap kebijakan penanganan lahan gambut dengan dukungan berbagai pihak.
“Kita juga sudah menyusun dokumen tingkat tuntutan emisi hutan. Pergub nomer 131 tahun 2016 tentang rencana perlindungan dan pengelolahan ekosistem gambut atau RPEG dimana sudah ada124 kesatuan hidrologis gambut yang sudah tersebar di 14 kabupaten/kota yang ada di Kalbar,” kata Drs Christiandy Sanjaya, SE, MM, Senin (15/5), ketika memberikan paparan di pertemuan bersama Badan Restorasi Gambut (BRG) bersama United National Environment programme (UNEP) di jakarta, (15/5).
Dikatakannya, bersama kementerian lingkungan hidup dan kehutanan, kita berinisiatif untuk membentuk forum (KEE) Kawasan Ekosistem Esensial di tingkat provinsi, guna mendukung kebijakan nasional 12,7 Juta perhutanan sosial, dan Kalimantan barat di siapkan sekitar upaya 1,6 juta hektar, ini sebagai suatu dukungan satu sintensitas kebijakan nasional yang kita ingin lakukan.
“Kami telah membentuk Pokja tentang perhutanan sosial yang bekerjasama berbagai mitra seperti lSM siarsampan, FFI, WWF , IFP dan lainnya. Tahun 2016 perkembangan perhutanan sosial dikalbar sudah mencapai 298 Ribu hektar lebih di 65 desa yang tersebar di Kalbar,” jelasnya.
Provinsi Kalbar juga sedang menyusun Perda untuk pengelolaan usaha berbasis lahan yang berkelanjutan dan perda untuk perlindungan gas. ini juga sangat harapkan, dari satu sisi kita melindungi alam kita, namun juga dari sisi pemanfaatan berkelanjutan, untuk kesejahteraan masyarakat agar tetap dilaksanakan.
Kita selalu berupaya semaksimal mungkin. pada Tahun pada tahun 2015 kalbar termasuk salah satu dari 6 atau 7 provinsi yang terjadi kebakaran lahan dan kita bersyukur tahun 2017 di Kalimantan barat hampir atau sampai bulan mei ini belum terjadi kebakaran lahan karena kita memang mengupayakan berbagai program pencegahan.
“Ini upaya-upaya yang kita lakukan termasuk bagaimana tindakan yang dilakukan, baik lewat restorasi gambut tingkat provinsi dan badan penangulangan bencana daerah kita terus menjaga gambut kita supaya tidak terjadi kebakaran,” ujarnya.
(Dri)
Post a Comment